WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal motor (KMP) Putri Yasmin memasuki hari ketiga pada Jumat (14/8/2026). Hingga pukul 15.00 WITA, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban di area pencarian. Namun, terdapat perkembangan signifikan terkait data korban, di mana jumlah orang yang dicari berkurang dari lima menjadi empat orang setelah satu penumpang dikonfirmasi dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan satu unit helikopter dari PT SGI Benoa. Helikopter tersebut menyisir area seluas 100 mil persegi di perairan selatan Pulau Bali selama kurang lebih dua jam, namun nihil hasil.
Selain udara, dua kapal negara juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran laut. KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram menyisir area seluas 60 mil laut ke arah barat daya dari lokasi kejadian awal. Sementara itu, KMP Blongas milik TNI Angkatan Laut melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian seluas 48 mil laut.
"Hingga pukul 15.00 WITA, kedua kapal kembali ke pangkalan tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang kita cari," ujar Hariyadi dalam konferensi pers di Posko SAR Mataram.
Perkembangan penting muncul dari konfirmasi data korban. Pihak keluarga melaporkan kepada posko bahwa salah satu nama yang tercatat dalam manifest, Ratu Agung Sekar Ayu, ternyata berada dalam keadaan selamat dan telah pulang ke rumah.
Berdasarkan penelusuran, Ratu Agung memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin untuk perjalanan tanggal 12 Agustus. Namun, ia mengubah rencana perjalanan dan berangkat lebih awal pada tanggal 9 Agustus menggunakan KMP Surya 777. Meskipun namanya masih tertinggal di manifest KMP Putri Yasmin, yang bersangkutan tidak ikut berlayar saat insiden terjadi.
"Atas konfirmasi ini, kami memperbarui data pencarian. Dari semula lima orang, kini menjadi empat orang yang masih dicari. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tetap tercatat satu orang," jelas Hariyadi.
Dari keempat korban yang masih dicari, seluruhnya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Mataram dan Bali. Tidak ada Warga Negara Asing (WNA) dalam daftar pencarian.
Keempat korban tersebut meliputi Ratu Ayu, Bayu (nama asli Yaser Arafat), serta dua korban lainnya. Salah satu dari empat korban tersebut diketahui tidak tercatat secara resmi dalam manifest, namun suaminya berhasil diselamatkan dan dievakuasi menggunakan KMP Prama Kaliana.
Hariyadi menekankan bahwa tim SAR tidak membedakan status sosial korban, termasuk pertanyaan mengenai adanya pengusaha di antara korban.
"Kami mencari informasi terkait korban berdasarkan manifest awal tanpa melihat sisi profesi atau status apapun," tegasnya.
Pencarian Diperpanjang Hingga 7 Hari
Menyusul hasil nihil pada hari ketiga, tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian pada hari keempat. Fokus pencarian akan dialihkan ke perairan sekitar Disgotong dengan menggerakkan alut (alat utama) dan seru (sarana pendukung) laut.
Informasi juga terus disebarkan kepada masyarakat sekitar Skotong, nelayan lokal, serta melalui broadcast ke kapal-kapal yang melintas via VTS Lembar dan VTS Benoa.
Penggunaan helikopter akan bersifat insidental jika dibutuhkan untuk pergerakan tertentu. "Pencarian tetap akan kami lakukan selama tujuh hari. Apabila dalam tujuh hari korban tidak ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaan, maka operasi SAR dapat dinyatakan selesai," imbuh Hariyadi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pencarian dilanjutkan jika kapal ditemukan setelah masa tujuh hari, Hariyadi menegaskan prinsip utama operasi SAR adalah menyelamatkan nyawa manusia, bukan mengangkat benda mati.
"Kami tidak mencari kapalnya dulu, prioritas kami adalah menolong dan menyelamatkan korban jiwa," pungkasnya.
Hingga saat ini, prediksi tim SAR menyatakan bahwa kapal mungkin terbawa arus ke arah barat daya dari LKP, namun masih berada dalam wilayah perairan Indonesia. Tim akan terus memantau pergerakan arus dan memperluas area penyisiran sesuai protokol standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan.

0 Komentar