SPACE IKLAN

header ads

Garda NTB Desak SPPG Diduga Berkaitan Keracunan Dievaluasi dan Ditutup Sementara

Foto. Istimewa.

Laporan: Zaenudin.
Sabtu, 12 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH — Ketua Umum Ormas Garda NTB, M. Kholiq, mendesak aparat kepolisian dan Pemerintah Provinsi NTB segera melakukan pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian dugaan keracunan sejumlah mahasiswa, siswi, dan guru di wilayah Beber Timur, Desa Beber Timur, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

M. Kholiq meminta Kapolres Lombok Tengah bersama instansi terkait turun langsung memastikan penyebab kejadian. Menurutnya, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai kejadian serupa terus berulang dan semakin banyak korban. Kami meminta aparat dan pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, objektif, dan transparan,” tegas M. Kholiq.

Garda NTB juga mendorong pengambilan sampel makanan dan bahan baku untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan, kata Kholiq, tidak hanya terhadap makanan, tetapi juga kondisi dapur, kebersihan, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi.

Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya persoalan atau pelanggaran yang berpotensi membahayakan penerima manfaat, operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara sampai dinyatakan aman dan memenuhi standar yang berlaku.

“Kalau memang terbukti ada pelanggaran dan membahayakan keselamatan penerima manfaat, jangan ragu mengambil tindakan tegas, termasuk menghentikan sementara operasional SPPG sampai ada jaminan keamanan,” ujarnya.

Menurut Garda NTB, desakan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program MBG. Sebaliknya, langkah itu dinilai sebagai bentuk pengawasan agar program pemerintah tersebut berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak mengorbankan keselamatan penerima manfaat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar