SPACE IKLAN

header ads

Ribuan Jamaah Tumpah Ruah, Pesan Tajam UAS Menggema di Giri Menang

Foto. Istimewa.

Laporan: Zul
Minggu, 13 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Suasana Alun-Alun Giri Menang Park, Lombok Barat, bergemuruh oleh lantunan doa dan antusiasme ribuan jamaah, Sabtu (12/9/2026) malam. Mereka berkumpul dalam Muhasabah Akbar untuk Lombok Barat Lebih Berkah yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Sejak sebelum acara dimulai, kawasan alun-alun dipadati masyarakat dari berbagai penjuru. Ribuan jamaah datang untuk menyimak tausiah UAS sekaligus mengikuti doa bersama dalam momentum refleksi dan introspeksi kehidupan bermasyarakat serta pemerintahan.

Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha (UNA), jajaran Forkopimda, sejumlah pejabat Pemkab Lombok Barat, para ulama dan tuan guru, serta tokoh masyarakat. Kehadiran UAS menjadi magnet utama sekaligus membawa pesan kuat tentang amanah, kepemimpinan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Kehadiran UAS di Lombok Barat merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah selama empat hari di Nusa Tenggara Barat yang mencakup sejumlah daerah, mulai dari Sumbawa, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur hingga Kabupaten Lombok Utara.

Bagi Pemkab Lombok Barat, Muhasabah Akbar tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen dalam pembangunan daerah.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bangkit, keluar dari berbagai persoalan, dan terus melakukan perbaikan.

“Alhamdulillah, malam hari ini memang titik kita bersama-sama untuk bangkit, keluar dari permasalahan. Mudah-mudahan di Lombok Barat tidak ada yang terulang kembali dan terus terjadi perbaikan-perbaikan,” ujar UNA.

Ia juga mengajak seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran pemerintah daerah menerjemahkan pesan-pesan UAS ke dalam kerja nyata, terutama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut UNA, muhasabah tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga kepada pemimpin, legislatif dan eksekutif. Komitmen kepada masyarakat, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

“Tadi muhasabahnya menukik sekali. Kita sama-sama muhasabah dan sama-sama memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Tidak boleh hanya di mulut saja, di kata-kata saja,” tegasnya kepada media usai acara.

Dalam sambutannya, UNA turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran UAS serta pihak penyelenggara, MIM Foundation dan Bank Dinar, yang telah menghadirkan dai tersebut di tengah masyarakat Lombok Barat.

Ia berharap Muhasabah Akbar dapat memperkuat kebersamaan antara ulama, umara dan masyarakat sekaligus mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat membangun Lombok Barat yang lebih baik, maju dan religius.

UAS Soroti Amanah Pemimpin

Memasuki tausiah, UAS menyampaikan pesan tegas mengenai amanah dan tanggung jawab para pemimpin. Ia menyinggung bangunan Kantor Bupati Lombok Barat yang menurutnya memiliki kemegahan seperti Gedung Putih di Washington DC.

UAS kemudian berharap para pejabat yang berada di dalamnya merupakan orang-orang yang amanah dan takut kepada Allah SWT dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Mudah-mudahan orang yang berada di dalam kantor ini adalah orang-orang yang amanah,” kata UAS yang langsung disambut seruan “Amin” dari ribuan jamaah.

Menurut UAS, tanggung jawab seorang pemimpin jauh lebih besar karena setiap kebijakan dan keputusan yang diambil menyangkut kepentingan masyarakat. Karena itu, setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban.

Ia mengingatkan para pemegang kekuasaan agar tidak melupakan hak-hak dasar masyarakat. Dalam tausiyahnya, UAS menyebut lima hak rakyat yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Pertama, masyarakat berhak mendapatkan jalan yang layak. Kedua, memperoleh pendidikan yang terjangkau, bahkan gratis. Ketiga, mendapatkan lapangan pekerjaan, termasuk kesempatan yang besar bagi masyarakat lokal ketika investasi masuk.

Keempat, masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Kelima, masyarakat juga berhak memperoleh kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

UAS menegaskan pemenuhan hak-hak tersebut harus diberikan secara adil tanpa membedakan agama maupun suku. Ia mengaitkannya dengan prinsip negara Pancasila dan amanat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Rakyat ini tidak minta macam-macam,” ujar UAS di hadapan ribuan jamaah.

Ajak Semua Kalangan Bermuhasabah

Tak hanya mengingatkan pemerintah, UAS mengajak seluruh jamaah melakukan muhasabah secara menyeluruh. Menurutnya, introspeksi harus dilakukan semua pihak, mulai dari ustaz, orang tua, suami, istri, generasi muda hingga anak-anak.

“Semua mesti dimuhasabah. Ustaznya dimuhasabah, bapaknya sudah muhasabah, istri sudah muhasabah, anak muda sudah muhasabah,” tuturnya.

UAS juga memberikan perhatian khusus kepada para pemimpin dan pejabat publik yang memiliki kewenangan menentukan kebijakan. Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Kekuasaan, kata UAS, bersifat sementara. Karena itu, para pejabat tidak boleh terlena dengan kedudukan dan harus senantiasa mengingat tanggung jawab moral serta keagamaan yang melekat pada jabatan.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti Muhasabah Akbar di Giri Menang Park. Ribuan jamaah tidak hanya diajak mendengarkan tausiah, tetapi juga menjadikan momentum tersebut sebagai bahan evaluasi diri dan memperbaiki kehidupan masing-masing.

Di sisi lain, pemerintah daerah diingatkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat benar-benar mendapat perhatian. Pesan UAS sekaligus menjadi pengingat agar pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.

Suasana acara semakin khidmat ketika rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Momentum tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam membangun Lombok Barat yang lebih baik, religius, adil dan sejahtera.

Dengan ribuan jamaah yang hadir, Muhasabah Akbar bersama UAS di Giri Menang Park bukan hanya menjadi perhelatan dakwah, tetapi juga ruang refleksi publik mengenai pentingnya amanah, pelayanan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat serta pemerintahan.



Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar