SPACE IKLAN

header ads

Wasit Dikejar hingga Dipukul Suporter, Putra Pandanan FC Desak Poram FC Didiskualifikasi

Foto. Istimewa.

Laporan: David
Minggu, 20 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK UTARA - Putra Pandanan FC menyampaikan protes keras kepada Panitia Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara menyusul insiden keamanan dalam pertandingan Poram FC melawan Putra Pandanan FC, Minggu, 20 September 2026.

Berdasarkan keterangan tim dan dokumentasi yang dimiliki Putra Pandanan FC, seorang yang disebut berada di kelompok pendukung Poram FC masuk ke area pertandingan dan diduga membawa senjata tajam sambil mengejar wasit.

Putra Pandanan FC menilai peristiwa tersebut bukan lagi sekadar persoalan tensi pertandingan, tetapi telah menyangkut keselamatan jiwa perangkat pertandingan serta keamanan kompetisi secara keseluruhan.

Atas kejadian tersebut, Putra Pandanan FC meminta panitia segera melakukan pemeriksaan resmi terhadap rekaman pertandingan, keterangan wasit, perangkat pertandingan, petugas keamanan, serta pihak-pihak yang berada di lokasi. Dugaan membawa senjata tajam juga diminta untuk ditangani aparat penegak hukum agar fakta kejadian dapat dipastikan secara terang.

Official Putra Pandanan FC, Abed Aljabiri Adnan, menegaskan bahwa panitia harus berani menegakkan ketentuan yang telah disepakati seluruh peserta dalam technical meeting (TM) sebelum kompetisi dimulai.

“Kami meminta panitia kembali membuka hasil TM dan menjalankan aturan secara konsisten. Kalau setelah pemeriksaan terbukti ada suporter yang membawa senjata tajam, masuk ke lapangan dan mengejar wasit, maka bagi kami ini merupakan pelanggaran sangat serius. Putra Pandanan FC meminta Poram FC didiskualifikasi apabila ketentuan TM dan regulasi kompetisi memang menetapkan sanksi tersebut,” tegas Abed.

Menurutnya, aturan kompetisi tidak boleh hanya tegas terhadap persoalan administratif, sementara pelanggaran yang menyangkut keselamatan manusia justru ditangani secara lunak.

Putra Pandanan FC juga mendesak dilakukannya evaluasi terhadap pengawas pertandingan. Apabila pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengawasan dan pengamanan sehingga seseorang dapat memasuki lapangan dengan benda berbahaya dan mengejar perangkat pertandingan, Putra Pandanan FC meminta pengawas pertandingan yang bertanggung jawab dicopot dan diganti.

“Pertanyaannya sederhana: bagaimana seseorang bisa masuk ke lapangan dan mengejar wasit? Kalau sistem pengawasan bekerja dengan benar, situasi seperti ini semestinya dapat dicegah. Jangan menunggu jatuh korban baru kita bicara soal evaluasi,” lanjut Abed.

Putra Pandanan FC menegaskan bahwa sepak bola Lombok Utara harus dibangun di atas sportivitas, keamanan dan kepastian aturan. Rivalitas antarklub tidak boleh berubah menjadi intimidasi, kekerasan ataupun ancaman terhadap pemain dan perangkat pertandingan.

Karena itu, Putra Pandanan FC meminta Panitia Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara segera mengeluarkan keputusan resmi setelah pemeriksaan dilakukan, menindak pelaku sesuai hukum, menerapkan sanksi kompetisi berdasarkan hasil TM dan regulasi, serta mengevaluasi pihak yang bertanggung jawab atas keamanan pertandingan.

“Jangan korbankan marwah Liga 4 hanya karena panitia takut mengambil keputusan. Kompetisi boleh panas, tetapi keselamatan wasit, pemain dan seluruh peserta tidak pernah boleh ditawar,” tutup Abed.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar