WARTABUMIGORA. Mataram - Terkait penurunan Baliho Habib Rizieq Shihab pada Minggu (22/11), Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menggelar kegiatan silaturrahmi bersama Tokoh FPI dan tokoh masyarakat Desa Karang Taliwang Cakranegara Kota Mataram, (25/11).
Sebelumnya Danrem menggelar pertemuan yang diawali Briefing Danrem kepada Dandim 1606/Lobar, Kasi Intel Kasrem 162/WB, Pasi Intel Kodim 1606/Lobar, Dan tim Intel Kodim 1606/Lobar dan Danramil Cakranegara di Makodim 1606/Lobar tentang upaya penggalangan/mediasi untuk menurunkan Baliho Habib Rizig Sihab yang ada di desa Karang Taliwang Kec. Cakranegara. yang sempat viral di media sosial tanpa adanya sosialisasi dan menurunkan secara paksa yang akhirnya timbul perlawanan dan penolakan dari pihak Masayarakat Cakranegara negara.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan tersebut, dihasilkan kesepakatan bersama dengan tokoh FPI dan masyarakat Karang Taliwang Cakranegara baliho Habib Rizieq Shihab yang masih terpasang akan diturunkan dengan sukarela oleh warga sendiri.
Pada acara silaturrahmi tersebut, Ketua FPI NTB H. Makmun Moerad menyampaikan, ucapan terimakasih kepada Danrem 162/WB atas kedatangannya untuk bersilaturrahmi dengan tokoh FPI dan Masyarakat Karang Taliwang.
"Bapak Danrem datang dengan baik maka apa yang menjadi keputusan akan kami laksanakan dan kami akan patuh dengan hukum,” tandasnya(25/11)
Diakui oleh H.Moerad selaku ketua FPI - NTB bahwa penurunan Baliho beberapa waktu lalu dan sempat viral di media sosial , karena hal tersebut terjadi lantaran tidak adanya komunikasi yang baik sejak awal , seperti yang dilakukan oleh Bapak Danrem 162/WB serta jajarannya.
"Seandainya baleho tidak diperbolehkan dipinggir jalan , maka kami izin akan memasang baleho di Masjid. Dan Permasalahan di Jakarta seharusnya tidak di bawa ke NTB apalagi saat ini sedang dalam pelaksanaan pilkada,” ungkapnya.( 25/11)
Sementara Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani kepada seluruh peserta silaturahmi dan tokoh masyarakat desa Karang Taliwang, mengajak untuk bersama membacakan surat Al-Fatihah agar selalu dalam lindungan Allah SWT.
" Semenjak tugas di lombok baru pertama kali silaturrahmi ke Desa Karang Taliwang termasuk tokoh FPI NTB." Ucapnya.
Danrem juga meyakinkan warga bahwa Jajaran Korem 162/WB akan selalu hadir dan membantu kegiatan warga masyarakat Karang Taliwang. Berkaitan dengan permasalahan Baleho Habib Rizieg Sihab di Desa Karang Taliwang, Danrem mengatakan dari Jajaran Korem 162/WB akan tetap melaksanakan musyawarah dan mufakat agar tidak ada upaya paksa atau bahkan terjadinya benturan dengan Masyarakat.
" Karena Prajurit TNI adalah Prajurit yang lahir dari Rakyat dan untuk Rakyat,” ungkapnya.
Lanjut Danrem, demi menjaga kondusifitas wilayah dan menjelang di laksanakannya Pilkada Serentak maka saran kami mohon dengan kerendahan hati masyarakat Karang Taliwang berkenan untuk menurunkan secara Sukarela Baleho / Baner Habib Rizieg dan digantikan dengan Baleho/ Baner kegiatan rutin pengajian warga Karang Taliwang.
" Agar baleho Habib Rizieq di turunkan dan diganti dengan bener kehiatan pegajian rutin di desa karang Taliwang, terlebih kita semua akan melalsanakan pilkada serentak tahun 2020," kata Danrem.
Darem 162/WB juga mengucapkan Terima Kasih dan Penghargaan setinggi tingginya kepada para Tokoh dan Masyarakat Karang Taliwang atas atensinya berkenan dengan secara sukarela menurunkan Baleho/Baner Habib Rizieg Sihab.
Kepala Lingkungan Karang Taliwang juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama dari pihak TNI khususnya Korem 162/WB , hal yang senada juga warga Karang Taliwang sangat berterimakasih atas pendekatan secara kekeluargaan yang dilakukan oleh Danrem 162/WB dalam menjelaskan permasalahan penurunan Baliho.
" Demi kebaikan dan ketentraman serta kondusifitas kita semua agar terciptanya kantibmas yang aman dan kondusip terlebih akan di gelar pelaksana'an Pilkada,red (IBN).

0 Komentar