Berita Nasional
Lombok Barat - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram Kanwil Kemenkumham NTB ternyata mampu menghasilkan produk meubelair Cukli yang siap bersaing di pasaran.
Terbukti, Selasa (14/12) sore kemarin Kasubsi Pengelolaan Hasil Kerja, Komang Suryana beserta staff tampak sibuk melakukan pengemasan dan melakukan droping 1 (satu) set kursi cukli ke truk Ekspedisi pengiriman barang ke luar kota.
“Ini pengiriman perdana kita ke Surabaya, tentu ini menjadi bukti keseriusan kita dalam proses pembinaan warga binaan di Lapas,” terang pria yang akrab disapa Komang tersebut.
Menurut Komang, produk cukli dari pembinaan yang dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang warga binaan di Lapas Mataram tersebut akan mampu bersaing dengan produk cukli di luar lapas.
“Bahkan kedepan kita akan ada lagi kiriman ke jakarta, saat ini pesanan sudah di proses,” ungkapnya dengan yakin.
Ia mengaku pembinaan meubelair cukli merupakan Instruksi langsung Kalapas Mataram, Ketut Akbar Herry Achjar dengan harapan kelak Lapas Mataram mampu menjadi Lapas Industri.
Selain itu bahan baku yang diperlukan seperti kerang dan kayu mahoni/Jati sangat mudah ditemukan juga menjadi faktor pendukung.
"Ketersediaan bahan baku sangat mudah kita dapatkan, sehingga kami dapat menjamin kualitasnya terjaga dengan baik,” ujar Komang.
Sementara itu dalam proses pengerjaannya sendiri, 1 set kursi Cukli membutuhkan waktu sekitar 20 hari kerja, pasalnya dalam setiap proses, para warga binaan dituntut betul betul memperhatikan detail di setiap tahap pekerjaan, mulai dari pemilihan kayu, pembuatan pola hingga pada tahap finishing. Sehingga kualitas yang nantinya akan di pasarkan adalah kualitas terbaik.
“Waktu pengerjaan sebenarnya tergantung jenis produk yang dipesan karena bukan hanya kursi saja, ada banyak jenis kerajinan cukli yang kami kerjakan,” tutup Komang.
0 Komentar