Foto. Istimewa.
MATARAM, WartaBumigora -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat dalam hal ini bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menggelar rapat koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Kebakaran Hutan dan Lahan yang di ikuti oleh KPH, Pelaku Usaha dan Kalaksa BPBD se-Nusa Tenggara Barat, kegiatan tersebut di laksanakan hari Senin, ( 29/05/2023 ) betempat di gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB.
Dalam keterangannya usai menjadi narasumber dalam rapat koordinasi tersebut kepala BMKG NTB Nuga menyampaikan kepada awak media ini bahwa saat ini kita sudah memasuki musim kering dan puncaknya akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus yang akan datang.
Untuk sebaran kekeringan sendiri di wilayah NTB sudah hampir merata dan di bagian timur yakni di pulau Sumbawa yang mengalami kekeringan lebih dulu.
Nuga juga memprediksi bahwa musim kering tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun 2022 kemarin, di karenakan tahun ini di perkirakan adanya El-Nino juga.
"Biasanya turunan dari musim kering yang panjang ini adalah akan berdampak kepada kekurangan ketersediaan air bersih dimasyarakat,"pungkasnya.
"Sementara itu, kepala pelaksana BPBD NTB Ir. Ahmadi mengajak semua stakeholder terkait untuk berkolaborasi bersinergi karena tidak semua bisa di kerjakan oleh BPBD sendiri, pasalnya ada sekitar 34 sektor di NTB ini dan masing masing sektor inilah yang selaku pengampu kebijakan yang harus merumuskan upaya upaya meminimalisir dampak dari kekeringan kategori El-Nino tersebut,"beber Ahmadi.
Dalam hal ini BPBD hanya sebatas sebagai koordinator saja di karenakan keterbatasan SDM dan ketersediaan anggaran yang dimiliki, sebagaimana tadi di sampaikan pak Sekda bahwa kondisi keuangan kita saat ini sedang tidak baik baik saja untuk itu kolaborasi semua pihak bisa di maksimalkan guna terwujudnya tujuan bersama.
"Ahmadi juga mengharapkan dukungan anggaran dari pemerintah baik itu APBN, APBD, DSP jadi tidak bisa dengan rapat rapat terus seperti ini tanpa ada dukungan anggaran yang memadai tentu tiadak bisa juga kalau hal ini di bebankan ke pemerintah semata para pelaku usaha juga harus mengambil peran dalam meminimalisir dampak dari kekeringan ekstrim ini di karenakan akan terjadi El-Nino sebagaimana perkiraan dari BMKG, intinya kolaborasi semua pihak harus terlaksana,"tutupnya.


0 Komentar