WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT- Direktur Eksekutif LSM NTB Corruption Watch menyoal adanya beberapa dugaan keracunan akibat salah satu program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang digagas pemerintah Presiden Prabowo, yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025, dengan sasaran pemerintah adalah 82,9 juta penerima manfaat di akhir tahun 2025 dengan anggaran yang dialokasikan untuk MBG pada RUU APBN 2026 adalah sebesar Rp335 triliun untuk mendukung program ini, dibentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menangani produksi/pendistribusian makanan bergizi.
Menurut Fathurrahman Lord selaku Direktur Eksekutif LSM NTB Corruption Wach, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto memang diluncurkan dengan semangat mulia, memberi asupan gizi bagi anak-anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, di lapangan, program ini justru menuai masalah serius.
Berbagai kasus dugaan keracunan akibat makanan MBG bermunculan di sejumlah daerah, terutama di wilayah NTB mengindikasikan bahwa pelaksanaan program ini jauh dari kata mulus.
" Permasalahan MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang terjadi di beberapa tempat atau daerah di Nusa Tenggara Barat seperti yang sedang ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)" Ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Lord, sapaan akrab juga menyorot indikasi keracunan MBG yang baru-baru ini kembali terjadi terhadap 22 (Dua puluh dua) siswa MTs Wilayah Lembar yang pada akhirnya di rawat di Puskesmas Jembatan Kembar Lombok Barat.
" Ya ada juga di SDN 1 Nyiurlembang dan SDN 1 Selat Kecamatan Narmada. Dan diluar Pulau Lombok juga ada dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis Sebanyak 106 siswa dari tiga Madrasah di Kabupaten Sumbawa, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program MBG pada Rabu 17 September 2025," katanya.
" Dan ada juga 70 siswa berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Sumbawa, 20 siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 3 Sumbawa, serta 16 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sumbawa." lanjutnya.
Direktur Eksekutif LSM NTB Corruption Watch Fathurrahman meminta kepada Gubenur Nusa Tenggara Barat dan para Bupati untuk mengirim surata rekomendasi ke Presiden Prabowo Subianto untuk segera menyetop Program Makan Bergizi gratis (MBG).
" Ya karena diduga program ini tidka efektif dan efisien dan Program MBG tak berjalan mulus, maraknya dugaan keracunan jadi alarm kegagalan sistemik," tutupnya.

0 Komentar