WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT-Direktur Eksekusif LSM NTB Corruption Watch (NCW) Fathurrahman mengkritisi bahwa meskipun program MBG sudah didesain dengan beberapa langkah pencegahan, masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan limbah sisa makanan dan sampah kemasan.
Tuntutan agar pemerintah daerah Lombok Barat (Pemda) meningkatkan kontrol, pengawasan, serta pengelolaan yang lebih baik terhadap limbah dari MBG agar tidak merusak lingkungan.
Menurut Fathurrahman Lord, saat ini Kepala Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat untuk turun mengecek dapur MBG terkait kemana mereka membuang Limbah Lingkungannya dan direkomendasikan untuk segera membuat tempat pengelolaan limbah- limbah cair dan padat.
" Kami menduga mereka membuangnya ke kali-kali disekiter dapur MBG mereka tentunya kalau benar ini pembuangan limbah sembarangan dapat mengakibatkan pencemaran air, tanah, dan udara, serta menyebabkan banjir, penyakit, dan kerusakan ekosistem." Ujar Lord sapaan akrab. Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, Limbah dapat mencemari sumber air, membuat tanah tidak sehat dan tercemar, serta menghasilkan gas beracun yang menurunkan kualitas udara.
Selain itu, sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang vektor penyakit seperti nyamuk, tikus, dan lalat, serta merusak keindahan lingkungan, disatu sisi banyaknya sekali dapur MBG tersebut diduga mengakibatkan keracunan yang terjadi di beberapa tempat atau daerah di Nusa Tenggara Barat NTB.
" Ya seperti yang sedang ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Nyurlembang dan SDN 1 Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (03/9/2025).
" Dan baru-baru ini kembali ada Dugaan Keracunan MBG Kembali Menyeruak, 22 Siswa MTs Wilayah Lembar Dirawat di Puskesmas Jakem." lanjutnya.
Jika tidak ada tindakan konkret dalam waktu dekat, para aktivis mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa.
" Kalau tidak dilakukan oleh dinas dan Pemda Lombok barat maka kami dari LSM NTB CORRUPTION WATCH akan melakukan aksi di depan Kantor Bupati Lombok Barat," ucapnya.


0 Komentar