WARTABUMIGORA.ID|BIMA- Kepala SMK Negeri 1 Monta, Muhammad Olan Wardiansyah S.Pel. M.Pd, menyatakan komitmen dan harapannya untuk meningkatan kualitas dan daya saing siswanya menghadapi tantangan kebutuhan industri.
Untuk mewujudkan komitmen dan harapannya itu, Pak Olan, sapaan akrab Kepala SMN 1 Monta, yakni dengan mengoptimalkan penerapan model pembelajaran Teaching Factory atau TEFA.
"Komitmen dan harapan kita yaitu mencetak siswa yang mampu bersaing dalam industri melalui Kegiatan model Teaching factory atau pembelajaran berbasis pabrik. Kegiatan inilah yang terus kita dorong dan optimalkan," ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengecek salah satu kandang budidaya ternak unggas di sekolah yang diampunya itu, pada Senin (29/09/2025).
Lebih lanjut, Pak Olan memaparkan, dengan TEFA ini akan tercipta suasana industri di sekolah yang kemudian sekolah dapat menghasilkan atau menciptakan produk berkualitas industri, karena TEFA memiliki konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri saat ini dan nanti
"Jadi walaupun ini letaknya di sekolah, tetapi tata cara kerjanya atau pendisiplinannnya itu harus sesuai dengan standar perusahaan," tukasnya.
Untuk jurusan agribisnis ternak unggas sendiri, bebernya, pihak SMKN 1 Monta telah melakukan 4 kali panen terhitung sejak Tahun 2024 lalu.
"Dengan model pembelajaran tersebut, siswa-siswi akan digenjot untuk berinovasi sesuai dengan bidang ilmu yang dimulai dari proses pengadaan sampai terciptanya sebuah hasil yang kemudian memiliki nilai pasaran yang tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, untuk penerapan TEFA ini sekolah harus bekerjasama dengan perusahaan sebagai mitra yang saat ini SMKN 1 Monta bermitra dengan PT Mitra Sinar Jaya Bima.
"Jadi untuk teknisnya ada tenaga dari luar (Perusahaan) sebagai fungsi kontrol yang rutin datang untuk melihat kondisi ini. Sehingga kita itu bisa melaksankan kegiatan itu sesuai dengan standarisasi dan kinerja dari pada perusahaan," ucapnya.
Menyinggung penjualan produk, Pak Olan menyampaikan akan langsung disalurkan Perusahaan Mitra.
"Karena sudah bekerja sama dengan perusahaan, jadi bibit kemudian pakan dan penjualan itu sudah kita serahkan perusahaan," ungkapnya.
Penerapan TEFA ini juga, lanjutnya, tidak hanya ditujukan kepada jurusan agribisnis ternak unggas, tetapi juga di jurusan lain.
"Di samping ini kita juga ada tata busana, kemudian desain komunikasi visual yang sudah kita lakukan kegiatan teaching vactory," terangnya.
Ia juga menegaskan, bahwa produksi dari penerapan TEFA ini tidak semata-mata mencari keuntungan, karena disamping ada untuk operasional tetapi juga untuk pembelajaran siswa.
"Intinya, kita akan mengoptimalkan model pembelajaran Teaching Factory untuk menciptakan nuansa belajar yang menyenangkan yang kemudian menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul yang berorientasi pada penyerapan di dunia kerja, melanjutkan studi dan berwirausaha mandiri," pungkasnya.

0 Komentar