SPACE IKLAN

header ads

90 KK di Desa Sedau Terisolasi, Jalan Rusak di Narmada Belum Tersentuh Perbaikan

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Senin, 23 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK BARAT – Warga Dusun Lebah Suren Selatan, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Padahal, menurut warga, sejumlah pejabat telah turun langsung meninjau lokasi. Mulai dari monitoring dan evaluasi (monev), inspeksi mendadak (sidak), hingga kunjungan pimpinan daerah. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga disebut telah dihubungi terkait kerusakan tersebut.

Namun, perbaikan belum juga terlihat. Jalan mengalami kerusakan cukup parah, sementara besi pembatas di sisi jalan dilaporkan dalam kondisi rawan putus dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, akses utama dusun sempat terbawa arus air saat hujan deras, sehingga memperburuk kondisi.

Saeful Rahman, salah seorang warga, membandingkan kondisi tersebut dengan penanganan jembatan penghubung Sekotong–Mareje yang putus akibat hujan dan segera mendapatkan respons melalui alokasi Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kondisi ini berbeda dengan penanganan cepat pada jembatan Sekotong–Mareje yang langsung direspons menggunakan dana BTT,” ujar Saeful, Senin (23/2/2026).

Ia mengatakan, akibat kerusakan akses jalan tersebut, sekitar 90 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi. Warga bahkan terpaksa melintas melalui lahan kebun milik warga lain untuk keluar masuk dusun, yang memicu ketegangan sosial karena persoalan izin akses.

“Dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, hasil kebun tidak bisa dibawa ke pasar, dan pelayanan kesehatan terganggu,” kata Saeful.

Bahkan, lanjut dia, seorang ibu hamil terpaksa ditandu menuju puskesmas untuk melahirkan karena kendaraan tidak bisa melintas.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan tersebut. 

Saeful warga setempat juga meminta perhatian Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, agar dapat meninjau langsung kondisi di lapangan bersama Bupati Lalu Ahmad Zaini.

“Kami hanya ingin keadilan dalam pembangunan. Jangan sampai karena kami tinggal di pelosok, kondisi ini dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.

Akibat terputusnya akses utama penghubung antarwilayah, ratusan anak dilaporkan tidak dapat bersekolah dan aktivitas ekonomi warga pun lumpuh. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar