WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK TENGAH – Potensi masuknya virus Nipah melalui jalur penerbangan mulai menjadi perhatian serius. Bandara Lombok pun memperketat pengawasan penumpang yang datang, baik dari penerbangan domestik maupun internasional, sebagai langkah pencegahan sebelum ancaman ini berubah menjadi krisis kesehatan baru.
General Manager Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, menegaskan penguatan pengawasan dilakukan setelah adanya peningkatan laporan penyebaran virus Nipah di sejumlah negara. Situasi ini dinilai tidak bisa dianggap sepele, mengingat bandara merupakan salah satu titik paling rawan menjadi pintu masuk penyakit menular.
Pengawasan kini diperketat melalui koordinasi intensif dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan kesehatan pelaku perjalanan.
“Bandara Lombok saat ini mengoperasikan dua unit thermal scanner di area kedatangan domestik dan internasional untuk memantau suhu tubuh seluruh penumpang,” kata Aidhil, Jumat (6/2/2026).
Tidak hanya itu, penumpang internasional juga diwajibkan mengisi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass, guna merekam kondisi kesehatan serta riwayat perjalanan mereka. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit peluang lolosnya pelaku perjalanan yang berpotensi membawa virus berbahaya tersebut.
Aidhil menegaskan, sejak pandemi COVID-19, Bandara Lombok sudah menerapkan sistem pengawasan ketat. Namun, dengan munculnya ancaman baru seperti Nipah, bandara harus bersikap lebih waspada karena dampaknya bisa jauh lebih fatal jika lengah.
“Bandara adalah pintu utama masuknya pelaku perjalanan ke NTB, terutama dari jalur internasional. Kalau pengawasan longgar, maka risiko penyebaran penyakit akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Penguatan pemeriksaan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah dan pengelola bandara tidak ingin kecolongan. Sebab, pengalaman pandemi sebelumnya membuktikan, keterlambatan deteksi di pintu masuk bisa berujung pada penyebaran luas yang sulit dikendalikan.

0 Komentar