WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT-Sejumlah pasien mengeluhkan layanan di RSUD Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kekurangan pendamping pada mesin tensi mandiri dan antrean obat yang memanjang disebut memicu ketidaknyamanan, terutama bagi pasien lanjut usia.
Nurdin, warga yang mendampingi pasien, mengatakan mesin tensi mandiri kerap mengalami gangguan tanpa ada petugas yang membantu.
“Pasien menumpuk dan saling berebut. Mesin sering error, tetapi tidak ada petugas yang mendampingi,” ujar Nurdin, Minggu (23/2).
Menurut dia, tidak semua pasien memahami cara menggunakan alat tersebut, sehingga keberadaan petugas sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemeriksaan awal.
Keluhan serupa terjadi di bagian farmasi. Pasien yang selesai pemeriksaan sekitar pukul 11.00 WITA mendapatkan nomor antrean di atas 100, sementara pelayanan masih berada di kisaran nomor 50.
“Harus menunggu belasan hingga puluhan menit. Ada lansia dan ibu hamil yang berdiri karena kursi penuh,” katanya.
Selain persoalan teknis, sikap petugas juga menjadi sorotan. Nurdin menilai respons petugas layanan pelanggan kurang sigap saat diberi tahu mengenai penumpukan pasien. Petugas keamanan pun disebut hanya melarang pasien duduk di tangga tanpa menawarkan alternatif tempat duduk.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan manajemen RSUD Gerung, Baiq Temy, mengatakan direktur rumah sakit langsung melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Mesin tensi sudah diperbaiki pagi ini. Sementara dialihkan ke mesin lain agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya, Senin (23/2).
Ia menambahkan, manajemen juga menginstruksikan tim farmasi untuk menambah personel pada jam-jam sibuk guna mempercepat antrean obat. Para kepala ruangan diminta segera melaporkan setiap kendala di lapangan agar dapat ditindaklanjuti tanpa menunggu keluhan meluas.
Menurut Baiq Temy, setiap masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan di rumah sakit tersebut.
Lonjakan kunjungan pasien di rumah sakit milik pemerintah daerah itu disebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga mutu pelayanan. Manajemen berharap langkah perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien.

0 Komentar