SPACE IKLAN

header ads

Korban Pembakaran oleh Ibu Kandung di Sumbawa Meninggal Dunia Setelah 6 Hari Dirawat

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Sabtu, 28 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID|MATARAM - Seorang anak yang menjadi korban penyiraman bensin dan pembakaran oleh ibu kandungnya di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban sebelumnya dirawat di RSUP NTB setelah dirujuk dari fasilitas kesehatan di Sumbawa akibat luka bakar serius yang dideritanya hampir di sekujur tubuh.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut membantu penanganan korban selama masa perawatan.

“Pemerintah Provinsi NTB memastikan korban mendapatkan penanganan medis maksimal. Seluruh biaya perawatan akhirnya dapat ditanggung agar proses pengobatan berjalan tanpa hambatan,” ujarnya. Sabtu (28/2/2026).

Meski tim medis telah melakukan berbagai upaya penyelamatan, kondisi korban terus menurun akibat luka bakar yang luas dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah enam hari dirawat secara intensif.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (22/2/2026) di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Korban berinisial MI (25) diduga dibakar oleh ibu kandungnya sendiri, SA (49), di rumah mereka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian bermula saat korban menolak permintaan ibunya untuk bangun dan mencari rumput pakan sapi. Penolakan itu diduga memicu pertengkaran.

Pelaku kemudian disebut menyiram tubuh korban dengan bahan bakar jenis pertalite saat korban sedang tidur, sebelum akhirnya menyulut api.

Korban sempat meminta bantuan adiknya untuk memadamkan api menggunakan air sebelum dilarikan ke Puskesmas Plampang, kemudian dirujuk ke RS Manambai Abdulkadir Sumbawa, dan selanjutnya ke RSUP NTB di Mataram.

Proses Hukum Masih Ditunggu

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan hukum terhadap pelaku.

Masyarakat berharap aparat segera memberikan kepastian hukum agar proses penanganan kasus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian serius terkait perlindungan anak dan kekerasan dalam lingkungan keluarga di NTB.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar