SPACE IKLAN

header ads

Lapas Lombok Barat Buka Program Konveksi, Dekranasda NTB Dorong Warga Binaan Punya Skill Kerja



Foto. Istimewa.

Laporan: Laila
Juma'at, 13 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia Iqbal, meresmikan Program Pembinaan Kemandirian Konveksi bagi warga binaan di Lapas Lombok Barat, Jumat (13/10). Peresmian ini dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Lombok Barat dan PT Segara Mitra Utama sebagai mitra dunia usaha.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB, Agung Krisna, serta Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan kemandirian serta meningkatkan keterampilan warga binaan agar lebih siap saat kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Sinta Agathia Iqbal menegaskan bahwa program pemberdayaan seperti ini bukan hanya soal pelatihan kerja, tetapi juga tentang menumbuhkan kembali harapan bagi warga binaan.

“Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” pungkasnya.

Sinta juga menyoroti potensi kreativitas warga binaan yang mampu melahirkan produk unggulan khas, salah satunya “Batik Tulis Gembok” yang dinilai memiliki ciri khas kuat dari perpaduan warna dan desain yang unik.

Menurutnya, keunikan batik tersebut lahir dari latar belakang seni para warga binaan, bahkan ada yang memiliki keterampilan seni tato yang kemudian dituangkan dalam motif batik.

“Kenapa ini bisa bagus banget? Karena ternyata di sini ada penato yang jago menato. Jadi dari keahliannya menato ini bisa berbagi ke temannya, diturunkan ke batiknya. Dan itu memang unik, tidak banyak saya lihat di batik-batiknya NTB model yang seperti ini,” sebutnya.

Sinta berharap, melalui pembinaan produktif seperti konveksi dan kerajinan, warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka masih memiliki tempat untuk diterima.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menegaskan bahwa Ditjenpas NTB terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat kualitas pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Sinergi dengan Dekranasda dan mitra swasta merupakan bentuk implementasi pembinaan berbasis produktivitas. Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat secara lebih baik,” katanya.

Senada, Kalapas Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa program konveksi ini dirancang secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Kerja sama dengan PT Segara Mitra Utama menjadi penghubung agar keterampilan warga binaan dapat benar-benar bernilai ekonomi.

“Kami ingin hasil pembinaan benar-benar relevan dengan pasar. Kerja sama dengan PT Segara Mitra Utama menjadi jembatan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat terserap dan bernilai nyata,” ujarnya.

Melalui peresmian program konveksi dan penandatanganan PKS ini, Lapas Lombok Barat berharap pembinaan kemandirian dapat menjadi model penguatan keterampilan produktif yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar