SPACE IKLAN

header ads

MBG, UMKM Dilibatkan, Standar Ketat Diterapkan

Foto. Istimewa.

Laporan: Deny
Rabu, 11 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK TIMUR – Produk kue lokal kini resmi menjadi salah satu menu pendukung yang masuk dalam sistem distribusi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur. Masuknya produk kue ini bukan sekadar pelengkap makanan, tetapi bagian dari upaya memperkuat asupan energi dan gizi bagi penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.

Namun, pihak dapur MBG menegaskan bahwa tidak semua produk bisa langsung diterima. Kue yang masuk harus melalui proses seleksi dan pemeriksaan kualitas yang ketat. Hal ini dilakukan agar makanan yang disalurkan benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar konsumsi program nasional MBG.

“Kue yang masuk tidak bisa asal produksi. Harus jelas bahan bakunya, prosesnya bersih, kemasan aman, dan distribusinya tepat waktu. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegas salah satu pengelola dapur MBG di Lombok Timur. Rabu (11/2/2026).

Seleksi Ketat, Kualitas Jadi Prioritas

Dapur MBG memastikan setiap produk kue yang diterima wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Mulai dari bahan baku yang digunakan harus berkualitas, bebas dari zat berbahaya, tidak menggunakan pengawet berlebihan, hingga proses produksi yang wajib menjaga kebersihan dan standar keamanan pangan.

Tak hanya itu, kue yang masuk juga harus memiliki ukuran porsi yang terukur, berat yang sesuai ketentuan, serta daya tahan yang cukup agar tetap layak konsumsi saat dibagikan ke penerima manfaat.

Pihak dapur MBG juga menekankan bahwa produk yang tidak memenuhi standar akan langsung ditolak. Ini dilakukan untuk mencegah adanya produk asal-asalan yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kesehatan penerima manfaat.

“Kami tidak mau program MBG dirusak oleh produk yang kualitasnya tidak terjaga. Kalau tidak sesuai standar, langsung kami kembalikan,” tegasnya.

Dukung Gizi Anak Sekolah, Bukan Sekadar Camilan

Kue yang disuplai ke dapur MBG dirancang bukan sekadar camilan biasa. Produk ini disiapkan sebagai tambahan energi bagi anak-anak agar tetap kuat dan fokus dalam mengikuti kegiatan belajar.

Dengan kombinasi bahan seperti telur, tepung berkualitas, susu, dan bahan alami lainnya, kue yang masuk ke dapur MBG diharapkan dapat menjadi makanan tambahan yang lebih bermanfaat dibanding jajanan sembarangan yang sering dijual bebas tanpa pengawasan.

Pihak dapur MBG menilai, menu tambahan seperti kue menjadi penting karena mampu memberikan variasi makanan yang disukai anak-anak, sekaligus mendorong mereka lebih semangat dalam mengikuti program makan bergizi.

UMKM Lokal Dilibatkan, Ekonomi Daerah Bergerak

Menariknya, masuknya produk kue ke dapur MBG juga menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM lokal di Lombok Timur. Dapur MBG membuka ruang kerja sama dengan produsen kue rumahan yang memiliki kemampuan produksi dan siap memenuhi standar program.

Langkah ini dinilai menjadi strategi yang tepat, karena selain memperkuat pemenuhan kebutuhan menu MBG, juga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

“Program ini harus berdampak ganda. Anak-anak dapat makanan bergizi, sementara UMKM dan masyarakat juga ikut tumbuh. Jadi MBG bukan hanya soal makan, tapi juga soal ekonomi rakyat,” ujar Deni pelaku UMKM yang kini menjadi pemasok kue.

Kolaborasi ini juga mendorong pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kualitas produksi, memperbaiki kemasan, dan menyesuaikan manajemen distribusi agar mampu bersaing dalam sistem yang lebih profesional.

Distribusi Diawasi Ketat, Dapur MBG Tidak Main-main

Selain proses produksi, distribusi juga menjadi perhatian besar. Produk kue harus dikirim tepat waktu agar tidak rusak, tidak basi, dan tetap segar saat dibagikan. Dapur MBG juga menerapkan pengawasan terhadap kemasan untuk memastikan makanan tidak terkontaminasi.

Pihak dapur bahkan disebut rutin melakukan evaluasi kepada pemasok. Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, kerja sama dapat dihentikan.

“Kami tidak akan kompromi. Kalau ada pemasok yang tidak disiplin soal kebersihan dan kualitas, pasti kami coret. Program MBG ini harus bersih dan serius,” tegas pengelola dapur.

Dorong Sistem MBG Lebih Profesional di Lombok Timur

Masuknya produk kue sebagai menu tambahan juga menunjukkan bahwa sistem MBG di Lombok Timur terus bergerak menuju pengelolaan yang lebih profesional. Dapur MBG mulai membangun sistem kerja yang tertata, dengan standar produksi yang jelas, kontrol kualitas yang rutin, serta kerja sama yang transparan dengan mitra lokal.

Program ini dinilai menjadi momentum penting, karena jika dikelola dengan baik, MBG bukan hanya mampu memperbaiki gizi anak-anak, tetapi juga dapat menjadi contoh sistem pengelolaan pangan sehat yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan pengawasan ketat dan keterlibatan UMKM lokal, Dapur MBG Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap makanan yang dibagikan benar-benar aman, layak, dan bergizi.

“Kalau mau ikut program ini, harus siap dengan standar. Tidak bisa asal cari untung. Ini soal masa depan anak-anak,” tutupnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar