WARTABUMIGORA.ID|MATARAM,-Upaya memperkuat peran dan profesionalisme aparat kehutanan terus dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Selama tiga hari, 11 hingga 13 Februari 2026, digelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Polisi Kehutanan (Polhut) lingkup Balai TN Gunung Rinjani yang berlangsung di Hotel Puri Saron Senggigi, Lombok Barat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan moderator dari berbagai instansi strategis, di antaranya Polda NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Basarnas Mataram, serta akademisi dari Universitas Mataram.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi dalam memperkuat sistem perlindungan dan pengamanan kawasan hutan di Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 23 Polisi Kehutanan Balai TN Gunung Rinjani dan 2 Polhut dari Dinas LHK Provinsi NTB. Kehadiran para peserta mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi tantangan pengamanan kawasan hutan yang semakin kompleks dan dinamis.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan materi strategis terkait tugas dan fungsi Polhut, penguatan regulasi di bidang kehutanan, hingga peningkatan kemampuan teknis lapangan.
Tidak hanya teori di dalam ruangan, kegiatan juga diisi dengan praktik lapangan seperti pelatihan Search and Rescue (SAR), mountaineering, serta materi teknis lainnya yang relevan dengan kondisi geografis kawasan Gunung Rinjani.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan partisipatif. Diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman antar peserta menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Polisi Kehutanan semakin profesional, tanggap, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan penjaga kelestarian hutan.
Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, Polhut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari perambahan hutan, aktivitas ilegal, hingga penanganan kondisi darurat di kawasan konservasi.
Penguatan kapasitas ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai salah satu aset ekologis dan pariwisata unggulan di NTB.

0 Komentar