WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia Iqbal, meninjau langsung lahan ketahanan pangan di Lapas Lombok Barat, Jumat (13/02). Lahan tersebut kini dimanfaatkan sebagai kawasan produktif seluas 0,8 hektare yang seluruhnya ditanami cabai.
Dalam kunjungannya, Sinta memberikan apresiasi terhadap upaya Lapas Lombok Barat dalam mengoptimalkan lahan yang ada menjadi area pertanian produktif. Ia berharap program ketahanan pangan ini dapat berjalan maksimal dan mencapai target panen.
“Saya mengapresiasi pemanfaatan lahan yang sangat baik ini. Harapannya, hasil panen bisa maksimal dan memberi manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dukungan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Sinta juga menilai program tersebut bukan hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi turut menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan lahan produktif dapat membangun etos kerja, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa pengelolaan lahan cabai ini merupakan bentuk komitmen lapas dalam mendukung program strategis pemerintah.
“Lahan seluas 0,8 hektare ini kami kelola bersama warga binaan sebagai bentuk pembinaan berbasis kemandirian. Target panen 10 ton cabai menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan dan perawatan tanaman,” kata Fadli.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan di Lapas Lombok Barat sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), terutama pada penguatan pembinaan kemandirian serta kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan secara berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

0 Komentar