WARTABUMIGORA.ID | BIMA - Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang warga asal Sumba Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa tersebut terjadi di area persawahan Dusun Dua, RT 04, Desa Sakuru. Insiden bermula saat keempat warga asal Sumba itu datang dari wilayah Sila bersama seorang pengusaha dengan tujuan membeli gabah milik warga setempat.
Namun, situasi berubah tegang ketika Babinsa setempat menegur aktivitas mereka di lokasi tersebut. Diduga tidak terima ditegur, keempat warga tersebut langsung melakukan pengeroyokan terhadap Babinsa.
Korban tidak melakukan perlawanan saat kejadian berlangsung, sehingga aksi tersebut memicu kemarahan warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu. Warga yang geram kemudian beramai-ramai mengejar para pelaku hingga ke area permukiman.
Situasi sempat memanas dan nyaris berujung aksi main hakim sendiri. Dalam kondisi tersebut, Babinsa justru mengambil langkah cepat untuk meredam amarah warga. Meski menjadi korban pengeroyokan, ia berupaya mengevakuasi para pelaku guna menyelamatkan mereka dari amukan massa.
Salah satu pelaku berhasil diamankan dan disembunyikan di rumah warga untuk menghindari serangan dari massa yang semakin banyak berkumpul di lokasi.
Kepala Desa Sakuru, Muh. Suharto, S.Pd, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa para pelaku merupakan buruh angkutan gabah yang datang bersama pengusaha untuk melakukan transaksi pembelian padi.
“Saya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Polsek Monta dan Babinkamtibmas untuk segera turun ke lokasi melakukan evakuasi,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat dari Koramil Monta bersama anggota Polsek Monta segera turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Petugas melakukan evakuasi terhadap para pelaku sekaligus mengendalikan massa agar tidak terjadi bentrokan lanjutan.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif. Aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden pengeroyokan tersebut, termasuk mendalami motif dan keterlibatan para pelaku.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat setempat mengingat potensi konflik yang dapat meluas apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat.

0 Komentar