SPACE IKLAN

header ads

Cegah Stunting dari Dapur, Mahasiswa KKN Poltekkes Hadirkan Otak-Otak Sehat di Labuapi

Foto. Istimewa.

Laporan: Zaen
Sabtu, 18 April 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Pendekatan kreatif dalam upaya pencegahan stunting dilakukan oleh mahasiswa KKN Terpadu Poltekkes Kemenkes Mataram Tahun 2026 di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi. Melalui program berbasis praktik, mahasiswa menghadirkan inovasi pengolahan makanan sehat berupa otak-otak bergizi yang dirancang khusus untuk balita dan anak-anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar Zero Stunting dan Penyakit Tidak Menular yang diusung selama pelaksanaan KKN. Sepuluh mahasiswa lintas disiplin, mulai dari keperawatan, gizi, kebidanan, dan teknologi laboratorium medis turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu balita.

Dalam kegiatan demonstrasi memasak, para ibu tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam proses pembuatan. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian, semua dirancang sederhana agar mudah diterapkan di rumah.

Zelin, mahasiswa dari jurusan gizi, menekankan bahwa makanan yang menarik dan bergizi adalah kunci dalam meningkatkan asupan nutrisi anak. “Kami mencoba menghadirkan menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga disukai anak-anak. Otak-otak ini tinggi protein, mengandung kalsium dan zat besi yang penting untuk pertumbuhan,” jelasnya (17/04/2026).

Ia menambahkan bahwa kombinasi bahan seperti ayam, tahu, dan sayuran memberikan manfaat besar bagi perkembangan otot, otak, serta membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Lalu Anom Wira Jagat, dari jurusan Keperawatan, selaku Ketua kelompok KKN, menyebutkan bahwa program ini menjadi salah satu strategi pendekatan yang lebih membumi dan aplikatif.

“Edukasi kesehatan tidak cukup hanya dengan penyuluhan. Harus ada praktik langsung agar masyarakat benar-benar paham dan bisa menerapkannya secara mandiri di rumah,” ujarnya (17/04/2026).

Respons positif juga datang dari Koordinator Kader Desa Labuapi, Hikmatul Hasanah. Ia menilai kegiatan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Kami melihat ibu-ibu sangat antusias. Mereka tidak hanya belajar, tapi juga langsung mempraktikkan. Ini penting agar pengetahuan yang didapat tidak berhenti di kegiatan saja, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” katanya (17/04/2026).

Program ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan KKN yang berlangsung pada 15–25 April 2026, yang meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi gizi untuk berbagai kelompok usia.

Melalui pendekatan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, sekaligus menjadi langkah kecil menuju generasi bebas stunting di Desa Labuapi.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar