SPACE IKLAN

header ads

Dana Donasi Rp1,1 Miliar Disorot! Fakta RI Desak Kejari Loteng Turun Tangan

Foto. Istimewa.

Laporan: Zaen.
Senin, 4 Mei 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH- Forum Analisis Kebijakan untuk Rakyat Republik Indonesia mendesak Kejaksaan Negeri Lombok Tengah untuk mengawasi secara ketat penggunaan dana donasi dalam kegiatan Lombok Charity Ride 2026, Senin (4/5).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini dijalankan bekerja sama dengan Indonesian Overseas Alumni (IOA) yang berbasis di Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan dana dilakukan melalui donasi dari berbagai pihak, terutama dari jajaran Pemkab Lombok Tengah. Dana dihimpun melalui rekening milik yayasan IOA, dengan melibatkan sejumlah pejabat daerah seperti kepala daerah, sekretaris daerah, hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut berperan dalam penggalangan dana.

Ketua Umum Fakta RI melalui Bidang Humas, Erlan Setiardi, menyatakan pihaknya saat ini tengah mencermati secara serius alur penggunaan dana tersebut.

“Benar, kami sedang mencermati secara detail ke mana arah penggunaan donasi yang dikumpulkan melalui yayasan IOA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yayasan IOA akan menjalankan program pembinaan dan penguatan kapasitas guru SD dan SMP di Lombok Tengah dengan durasi hingga 10 tahun. Namun, mekanisme pengumpulan dana yang melibatkan perangkat daerah sebagai pihak aktif dalam penggalangan dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus.

Menurutnya, setiap pihak yang dilibatkan bahkan ditargetkan mampu menghimpun dana mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.

“Pengumpulan donasi dilakukan dengan mengarahkan perangkat daerah sebagai pihak yang aktif mencari dana,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari situs resmi IOA, jumlah donasi yang telah terkumpul saat ini mencapai lebih dari Rp1,1 miliar. Dana tersebut berasal dari kontribusi perangkat daerah, sekolah, hingga guru SD dan SMP di wilayah Lombok Tengah.

Fakta RI menilai angka tersebut masih berpotensi terus bertambah, mengingat proses penggalangan dana masih berlangsung.

“Kami meyakini jumlah ini akan terus meningkat karena pengumpulan donasi masih berjalan,” tambah Erlan.

Dengan besarnya dana yang terhimpun, Fakta RI menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Mereka juga meminta Kejari Lombok Tengah untuk turut melakukan pengawasan guna mencegah potensi penyimpangan.

“Kejaksaan harus ikut memantau secara langsung penggunaan dana donasi ini agar tetap sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar