SPACE IKLAN

header ads

Heboh! Pria di Soromandi Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Tenggak Racun Hama

Foto. Istimewa.

Laporan: Ipul
Senin, 4 Mei 2026

WARTABUMIGORA.ID|BIMA – Warga Dusun Wonto, Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial S (45) dalam kondisi meninggal dunia di area kebun So Petorwunta, Sabtu (2/5/2026) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, Kaisar Muhammad, saat datang ke kebun untuk menemui sang ayah yang sebelumnya sudah berada di lokasi.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin menjelaskan, berdasarkan keterangan anak korban, sekitar pukul 08.00 Wita dirinya berangkat menuju kebun untuk mencari ayahnya.

“Sesampainya di kebun, saksi kaget melihat ayahnya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Ipda Mujahidin.

Mengetahui hal tersebut, Kaisar langsung pulang ke rumah dan memberitahukan kejadian itu kepada ibunya. Sang istri kemudian menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

“Setelah sampai di kebun, istri korban terkejut melihat suaminya sudah tidak bernyawa. Selanjutnya pihak keluarga memberitahukan kejadian itu kepada pemerintah desa dan kepolisian,” jelas Kapolsek.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Soromandi bersama Kanit Reskrim dan sejumlah personel langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten untuk melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan bunuh diri menggunakan racun hama.

“Petugas menemukan satu bungkus herbisida racun hama jenis Lannate 40 SP yang sudah terbuka serta satu gelas plastik warna putih yang diduga digunakan untuk mencampur racun,” ungkap Ipda Mujahidin.

Selain itu, sejumlah barang milik korban juga ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Penolakan autopsi itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Dugaan sementara motif korban mengakhiri hidup karena permasalahan keluarga,” tambah Kapolsek.

Sekitar pukul 11.10 Wita, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans milik Desa Sai menuju Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, untuk dimakamkan.

Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar