SPACE IKLAN

header ads

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14, Latih Warga Olah Bulu Jagung Menjadi Teh Herbal Bernilai Ekonomi

Foto. Istimewa.

Laporan: Ipul
Selasa, 4 Agustus 2026.

WARTABUMIGORA.ID | DOMPU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 14 Desa Nusa Jaya menggelar pelatihan pembuatan teh herbal dari bulu jagung sebagai upaya memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan yang mengusung tema "Mengubah Limbah Menjadi Berkah: Inovasi Pelatihan Pembuatan Teh dari Bulu Jagung sebagai Minuman Herbal Bernilai Ekonomi Pangan Masyarakat" tersebut dilaksanakan di depan Posko KKN Desa Nusa Kecamatan Manggelewa kabupaten Dompu.

Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bulu jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain mengurangi limbah pertanian, inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan produk herbal yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Ketua Kelompok KKN UMMAT Kelompok 14 menjelaskan bahwa jagung merupakan komoditas utama masyarakat Desa Nusa Jaya. Namun, selama ini perhatian petani lebih terfokus pada biji jagung, sementara bagian lain seperti kulit, tongkol, batang, dan bulu jagung umumnya hanya menjadi limbah.

"Padahal, bulu jagung memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk herbal yang memiliki nilai tambah. Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan proses pengolahan bulu jagung menjadi teh herbal. Pemateri, Erwin yang juga merupakan anggota KKN Kelompok 14, menjelaskan bahwa bulu jagung mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, vitamin, dan mineral. Dalam pengobatan tradisional di berbagai negara, bulu jagung juga telah lama dimanfaatkan sebagai minuman herbal.

Menurut Erwin, selain menjadi alternatif minuman herbal, teh bulu jagung memiliki prospek sebagai produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Produk tersebut dinilai berpeluang meningkatkan pendapatan petani maupun pelaku UMKM di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang diinisiasi Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14. Ia menilai program tersebut mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Masyarakat Desa Nusa Jaya juga menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai jual.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap pemanfaatan bulu jagung sebagai teh herbal dapat terus dikembangkan oleh masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi untuk mengelola sumber daya lokal secara kreatif, mendukung pertanian berkelanjutan, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Nusa Jaya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar