SPACE IKLAN

header ads

Jelang Nyepi dan Idulfitri, Gubernur NTB Minta Toleransi Antarumat Beragama Diperkuat

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Senin, 16 Maret 2026

WARTABUMIGORA.ID | MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/3/2026).

Rapat tersebut membahas langkah antisipasi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan malam takbiran dan Idulfitri. Pemerintah ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan tradisi toleransi masyarakat NTB.

Dalam arahannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa NTB dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.

“Kita ingin memastikan perayaan dua hari besar keagamaan ini justru menjadi momentum untuk menunjukkan wajah kerukunan dan kebersamaan masyarakat NTB,” ujarnya.

Salah satu bentuk toleransi yang disepakati dalam rapat tersebut adalah penghentian sementara musik saat pawai ogoh-ogoh ketika azan berkumandang. Sebaliknya, peserta pawai takbiran juga diimbau tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan saat melintasi kawasan umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian.

Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan diminta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang belum terbiasa dengan tradisi ogoh-ogoh, serta mengantisipasi potensi kesalahpahaman akibat narasi yang beredar di media sosial.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama NTB yang mencapai 73,84, masuk kategori tinggi. Indeks toleransi tercatat 87,44 (sangat tinggi), indeks kesetaraan 81,19 (tinggi), sementara indeks kebersamaan 52,88 yang dinilai masih perlu diperkuat.

Gubernur berharap NTB terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat di tengah perbedaan.

“NTB harus menjadi contoh bagaimana masyarakat yang berbeda agama dapat hidup rukun dan saling menghormati,” tegasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar